Warna-Warni Ramadhan @hari1 : Polesan Udara

Standard

Pukul 17.33 menit tanggal 31 Juli 2011.. kala itu aku tengah memasuki tahap penyelesaian proyek ‘Bongkar Kamar’ ku yang telah berjalan selama 2 hari terakhir. Berawal dari mencari suatu barang untuk memenuhi janjiku dengan seorang kawan, hingga pada akhirnya merembet pada penggeledahan sudut-sudut esensial kamarku, yakni dua rak buku beserta laci-lacinya. Raknya memang hanya dua, namun barang-barang di dalamnya berhasil memenuhi hampir separuh kamarku saat digelar, bagai pasar tumpah UGM di hari Ahad pagi.

“..Selangkah lagi akan rapi! Semangat!” sambil menyemangati diri sendiri, yang sebenarnya guna menyibukkan hati agar tidak begitu deg-deg-an menjelang kedatangan sang tamu istimewa. Tapi tetap saja debar itu semakin kuat. Merasakan kehadirannya sudah di ujung hidung.

Tik..tok.. tik… tok… Pukul 17.37 menit

“Allahuakbar.. Allaaahuakbar…!!”

………..

“Ia datang…..!!! hai kamuuu!! Ia dataaang!!! ”

“Tenang atuh.. nikmatilah dulu kekhidmatannya..”

“tapi…tapi.. Ia sudah dataaaaanggg…. Waaa..waaa…”

“……..”

………wHUZZZZZZZZZ……

Seketika itu, udara sekitar seolah terpoles dengan warna. menghentikan perdebatan dalam hati antara si panik dan si tenang. Warna pelangi? Atau biru yang sejuk? Mungkin juga hijau, lengkap dengan daun-daunnya yang beterbangan? Mmm..

Segera aku meluncur ke luar kamar, tinggalkan fosil-fosil temuan dari lahan galian.. sembil menatap langit yang merona kegelapan, kuberusaha menjadi bagian dari udara warna-warni itu. Kubentangkan kedua tangan lebar-lebar, menghirup udara yang mengandung 21% oksigen dalam-dalam. Merasakan setiap kehangatannya, dari ujung kepala hingga jempol kaki.. dengan kelima indera sempurna, anugerah dariNya. hati pun tak kalah menikmati.. walau ia penuh karang, berusaha untuk membuka dirinya lebar-lebar sekuat daya..  Merasakan dunia yang kini penuh warna. Udara ini.. detik demi detik yang berlalu ini.. langit yang satu  ini.. semua yang kurasakan saat ini… sungguh,, dunia lain..!!

“Ya Allah… segala puji bagi Mu yang telah mempertemukan kami kembali dengannya.. tak akan kusiakan jamuanMu kali ini.. tak boleh lagi kusiakan..!!”

Tumben, kali ini si panik dan si tenang berujar kompak.. ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s