Warna-warni Ramadhan @hari12 : Hidup yang Mengalir??

Standard

Mengulas kembali kajian ustadz Syatori Abdur-Rauf, tafsir surat Ar Rahman.. di pagi Ramadhan yang segar nan ceria tentunya:)

Kajian kali ini diawali dengan sebuah pertanyaan yang gampang2 susah.

“HIDUP : lebih enak diatur atau mengatur diri sendiri…??”

Hmm.. pertanyaan yang oke punya. Banyak sekali peraturan dalam keseharian kita, mulai dari peraturan masuk sekolah pukul berapa, peraturan harus pakai helm di jalan raya, hingga peraturan yang dibuat oleh diri dari diri dan untuk diri.. kata dasar peraturan adalah atur. Jadi, jika sesuatu diberi ‘peraturan’, kemudian akan terjadi proses ‘atur’, hingga menghasilkan output ‘teratur’ (betul tidak?).

Nah, dulu sewaktu saya mentoring di SMA, ada seorang teteh yang menceritakan tentang kura-kura dan si pemeliharanya. (karena ingatan saya samar, mungkin cerita ini akan lebih banyak tambahannya..)

Kisahnya begini..

***…Konon, ada seekor kura-kura yang sudah lama tinggal di kandang yang dibuatkan oleh si pemelihara. Di sana fasilitasnya sangat lengkap! Ada kolam untuk ia mandi dan berenang-renang, ada rumput untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari, ada juga batu-batu karena kura-kura pun butuh olah raga. Namun, si pemelihara membuat aturan-aturan yang juga harus dipatuhi oleh kura-kura. Misalnya, ada pagar batas area kandang yang tak boleh dilanggar, ada juga jatah makan minum maksimal dalam sehari. Selain itu, kura-kura juga harus mengasah kukunya setiap hari. Waktu terus bergulir, hidup kura-kura yang lurus ini mengalir seperti air nan damai. Akhirnya ia pun menghembuskan nafas terakhir, kemudian kandang itu  diisi oleh peliharaan berikutnya…***

Hmm.. Bukankah manusia juga seperti kura-kura ini ya? Dan Allah sebagai pemelihara, tentunya. Allah telah ciptakan manusia yang Ia tempatkan di bumi. Allah tahu apa-apa yang menjadi kebutuhan dalam hidupnya, Ia juga tahu apa-apa yang tidak baik untuknya hingga sesuatu itu harus dihindari. Ia juga tahu bagaimana agar manusia bisa menjadi kuat dan bertahan hidup. Hingga Ia pun ciptakan ATURAN untuk kita, manusia..

Sebenarnya aturan itu berlaku untuk seluruh makhluk ciptaanNya ya. Coba perhatikan gunung yang tetap di tempatnya, menjadi pasak  untuk menahan kekokohan bumi. Perhatikan juga para tanah yang dicipta sesuai dengan iklim udara.. tak pernah berubah walau setiap hari ia diinjak-injak.. matahari dan bulan, bintang yang mengorbit di angkasa raya. Jumlahnya miliyaran, namun tetap pada jalur yang ditetapkan, hingga rumus-rumus ditemukan oleh para ilmuwan. Ya, keteraturan. Apa jadinya hidup ini jika Allah tak mengatur setiap sendinya? Dari yang berukuran nano, hingga yang luasnya belum terjangkau. Niscaya kehancuran menanti disana..

Kira-kira jawabannya sudah ditemukan ya.. benar, kita lebih baik hidup dengan diatur oleh Yang Maha Mengatur. Menjadi air, hingga hidup ini pun mengalir sesuai jalur, mencapai muaranya yang terakhir.

Muara cintaNya yang kita dambakan…

Lalu, apa kuncinya agar kita mudah diatur? Dan apa kiranya sungai kehidupan kita itu?? Hmm.. insyaAllah akan saya lanjutkan di posting selanjutnya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s