Menulis…?? Mariii..

Standard

Bismillah…

“Sesungguhnya menulis adalah proses perapihan. Melatih hati dan fikir untuk mengekspresikan apa yang ada di dalamnya memalui proses yang terstruktur. Menata kembali kenangan yang samar namun penuh makna agar optimal dalam mengambil hikmah darinya.. juga sebagai pengingat dikala lalai,, bahwa kita punya suatu masa, yang berkilauan sinarnya, yang sangat hidup hati di sana.. hingga kenangan menjadi tak sekadar kenangan, tapi sebuah bekal menapaki masa depan.. bukankah itu juga yang Allah kehendaki, Sekar? :)”

…mengenang tulisan saat bulan Ramadhan 1432 H lalu. saat saya memutuskan untuk membuat blog ini dan bertekad untuk menulis dengan lebih baik lagi, lebih istiqomah lagi. Ternyata banyak manfaat yang saya rasakan dengan menulis (walaupun masih pas-pas-an dan banyak curcol-nya,hehe..). Apa saja?

Pertama,terbakar semangat saya untuk memBACA! Karena mau tidak mau, terutama bagi penulis(cie..aamiin..) pemula seperti diri saya.. rasanya tak ada yang bisa ditulis kalau tidak ada input dari referensi secara langsung. Beda halnya jika kita sudah mulai terlatih untuk mengolah pengalaman serta input dari alam dengan lebih terstruktur dan nyaman disuguhkan. Pengolahan yang dilakukan tak hanya bermanfaat  bagi diri tapi juga untuk dijadikan sebuah tulisan yang dapat melahirkan tidakan bagi orang lain yang membacanya. Sejujurnya, sudah lama saya tak membaca buku di luar spesialisasi profesi saya (apalagi sejak mulai Ko-ass..ups, bukan meng-kambing-hitamkan Ko-ass lho..). Sebulan mungkin tak sampai satu-dua buku (maaf sungguh memalukan…). Rasanya menulis telah menjadi jawaban atas penyakit yang telah saya biarkan meng-kronis ini! Alhamdulilllah.. jangan mau kalah dengan orang Jepang yang bisa menghabiskan 100 buku dalam sebulannya (beneran ini)!!

contoh pikiran >< tindakan...

Kedua, melatih diri saya untuk menyelaraskan tindakan dan pikiran. Karena saya merasa, tulisan yang baik itu tulisan yang tak hanya mampu menambah pengetahuan, tetapi yang mampu melahirkan tindakan. Dan hal tersebut akan lebih mudah dicapai dari contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Saya ambil contoh dari seorang kawan baik yang menginspirasi. Dapat dibilang inspirasi darinya adalah salah satu penguat bagi saya untuk mulai menulis (Thanks for RFA^^). Ia sudah terbiasa menulis Diary sejak duduk di bangku sekolah. Tulisan-tulisannya yang kini dipublish banyak yang berkisah seputar lingkungan dan dunia anak. Gaya penulisannya tak neko-neko, tak pula menggunakan istilah-istilah langit. S-e-d-e-r-h-a-n-a. Tapi setiap kali saya membaca tulisannya, dua hal selalu hadir dalam diri saya. Yakni senyuman dan tindakan. Humor-humor ringan dan dialog yang menghiasi tulisannya tak mampu menahan wajah saya untuk menyunggingkan senyum. Juga dalam hal tindakan. Misalnya, saat ia bercerita tentang ‘tas baGoes’-nya yang selalu ia keluarkan seperti om Doraemon mengeluarkan peralatan ajaibnya kala Nobita merengek meminta bantuan (Taraaaaa….!!). Bedanya, tas yang satu ini ia keluarkan bukan untuk Nobita, tapi untuk membungkus belanjaan yang dibeli di toko ataupun pasar yang ia singgahi. Inspiratif! Dan kini, di dalam tas ransel saya, sudah tersedia tas kain hijau yang bisa saya keluarkan seperi saat ia mengeluarkan ‘tas baGoes’-nya. Kapan-kapan saya ingin mem-post tulisannya di blog ini, insyaAllah 🙂

Ketiga, Refresh my mind and recharge my soul! Dalam buku karya Reni Nuryanti yang berjudul “Duhai Perempuan Menulislah agar Engkau Semakin Cantik”(cie..), ia menuliskan bahwa kecantikan seorang wanita bukan berasal dari kemolekan tubuhnya, tapi kecantikan seorang wanita ialah wujud dari olah batin, saripati dari ketenangan, kelembutan, ketajaman pikir, dan kepekaan cara pandang. Nah.. menurut saya, untuk melatih semua hal itu, adalah dengan cara menulis! Bahkan ia pun melanjutkan tulisannya, dengan menyatakan bahwa mahkota dari kecantikan wanita tersebut adalah tak lain daripada… tulisan! butuh refreshing mind untuk melahirkan ‘kecantikan’ tersebut.. dan juga recharging soul agar terhindar dari kekosongan dan kejenuhan dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Maka dari itu kini saya pun menulis.. karena saya sedang terserang virus jenuh bersama tumpukan buku-buku ini…(haha..)

semangaat!!

insyaAllah setelah menulis tulisan ini, saya akan lebih refresh! Dan saya akan lanjutkan belajar saya!!! Karena…

yang ini gambar dari internet^^

Baiklah.. mari berkarya.. mari menulis.. mari belajar.. mari.. mari.. 🙂

“Keberanian hidup adalah mematahkan kenyataan yang terkadang tidak menyenangkan. Demikian juga dalam menulis- mematahkan kebiasaan ‘menerima’ dan enggan mencipta.” (Reni Nuryanti)

Advertisements

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s