Pemalang Story #1: PeDe!

Standard

Bismillah…

keterangan di pojok kanan bawah laptop saya telah menunjukkan waktu pukul 22.35. Walau badan sudah pegal-pegal dan ingin segera terbang ke pulau kapuk, rasanya ada hal yang ingin saya bagi hari ini juga. Selagi masih teringat hangat, baik tentang peristiwa-peristiwa maupun rasa yang timbul darinya.

Hari ini adalah hari pertama saya jaga UGD a.k.a. Unit Gawat Darurat sebagai dokter jaga. Sebagai dokter yang memegang tanggungjawab terhadap diagnosis dan penanganan pasien yang datang ke UGD hari itu. Walaupun ada rekan sejawat yang menemani saya jaga, dan teman-teman koas yang kita belajar bersama disana, tentu ‘pressure’nya jauh berbeda ketika kami berada di posisi ‘dokter jaga’. Tapi saya sangat bersyukur, Alhamdulillah, tim di UGD RS ini bekerja sangat kompak dan cekatan. Para perawat, administrasi, asisten teknis pengantar ke bangsal, hingga cleaning service dan keamanan. Terasa nuansa saling menghargai disana, sehingga komunikasi pun dapat berjalan dengan baik. Itu juga salah satu faktor yang membantu menentramkan hati saya dalam jaga UGD kali ini, dan mudah-mudahan juga seterusnya.

Shift sore dimulai pukul 14, berakhir pukul 21 malam. Ruangan UGD berukuran kurang lebih 25x15m, meja panjang tempat standby petugas, menghadap ke seluruh bed tempat merawat pasien. Ruangan tersebut terbagi menjadi 4 bilik: bedah, non-bedah, ruang doa, dan..satu lagi agak lupa. Masing-masing bilik dipisahkan dengan korden besar dan tebal, yang dalam kondisi kosong selalu disingkap hingga ruangan terlihat lebih lega. Space untuk tiap pasien pun cukup longgar. Terpisah sedikit ke dalam, terdapat ruang bedah minor  yang cukup luas dan ber-AC. Lengkap dengan lampu besar operasi dua buah. Tujuh jam yang penuh penghayatan dan konsentrasi saya jalani disini.(cie..). Satu hal yang selalu muncul saat dihadapkan dengan pasien lengkap dengan keluhannya yang beragam, mulai dari hilang kesadaran, anak-anak sesak nafas, nyeri dada, berdarah-darah, hingga yang diam kebingungan, adalah perasaan: “masih harus belajar banyak!! Terus dan terus belajar!!”.

Benar kata seorang guru di sebuah tayangan yang saya tonton di Youtube. “mempelajari medis ini, sangat banyak hal yang harus kau hapalkan. Maka, disanalah pentingnya ilmu-ilmu dasar. Ilmu-ilmu itu akan membantumu untuk menata apa yang hendak kau ingat. Misalnya ada 100 hal yang mau kau hafalkan, daripada kau bulat-bulat menghafalkan 100 hal itu, sebaiknya kau membuat ‘rak’ berkuran 10×10 yang berisi 100 muatan. Dengan menghafal isi 10 rak mendatar dan 10 rak berdiri, kau pun dapat mengingat 80 lainnya. Nah, ilmu dasar itu yang diperlukan untuk membuat rak tersebut!” –> benar sekali!! Ini adalah tentang pola pikir, atau alur berpikir, yang dibentuk oleh pengetahuan bagaimana tubuh manusia itu bekerja. Memang butuh latihan, dan belajar, terus dan terus.. never stop..

Pertama adalah pola pikir tersebut, hingga dapat melahirkan keputusan dan tindakan yang terbaik untuk membantu pasien. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah ‘kepercayaan diri’. Belajar untuk mengambil keputusan, melakukan tindakan, dan juga berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya. Lagi-lagi memang tentang jam terbang dan keyakinan. Namun bagi diri saya yang masih awal, ‘meluruskan niat’ adalah senjata yang cukup ampuh untuk melawan rasa takut akan apa yang sedang dihadapi. Belajar untuk bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukan. ketika ada yang bertanya “mengapa kamu mendiagnosis ini?” “mengapa kamu memberikan terapi ini?”, saya harus siap dengan jawaban, dan sudah harus siap juga untuk menerima masukan. Tak berbeda dengan segala perbuatan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya satu per satu. Dan untuk mempertanggugnjawabkan semua itu akan berawal dari niat. Yang kemudian dijalankan dengan tata cara yang tepat, harus tepat.

Banyak pelajaran yang dapat dipetik. Setiap perjumpaan dengan pasien adalah suatu sarana untuk mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahui, dan memperbaharui apa yang sebelumnya sudah diketahui. Dan proses tersebut adalah sebuah hal yang sangat nikmat dan harus disyukuri, percayalah. Di dunia manapun kita berkecimpung, pada hakikatnya adalah sama. Bekerjalah dengan hati, untuk menemukan beribu arti.

Terakhir, ada sebuah tulisan Mario Teguh yang cukup memotivasi, semoga untuk Anda juga 🙂

Projek Pribadi hari ini: MENJADI PRIBADI YANG LEBIH PERCAYA DIRI

Sahabatku yang letih dengan tidak cukupnya rasa percaya diri untuk menghadapi kehidupan yang tidak mugak ini, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri..

Tuhan yang Maha Perkasa,

Terimakasih atas pengertian bahwa:

Rasa percaya diri adalah rasa yakin atas kesungguhanku untuk melakukan yang telah kuniatkan untuk kulakukan, untuk menyelesaikan yang menjadi tugasku, dan untuk bertanggung-jawab atas dampak apa pun dari tindakanku.

Hari ini, aku tak mungkin hidup gagah dalam rasa percaya diri, jika aku tak mempercayai diriku sendiri. Aku akan menghentikan kebiasaan membohongi diri sendiri, karena lama kelamaan diriku akan belajar untuk tidak mempercayaiku.

Dan itulah yang disebut ‘tidak percaya diri’.

Percaya diri, adalah mempercayai janjiku sendiri, bahwa aku akan mendahulukan yang penting, dan menghindarihal-hal yang tidak menguatkanku.

Aku tak mungkin menghormati diriku, jika aku tak mempercayai dirikusendiri. Dan pasti itulah alasan bagi kurangnya penghormatan dari orang lain kepadaku.

Tuhanku, jika aku ini jiwa biasa yang tak penting bagiMu, maka tidak mungkin Engkau menggerakkan demikian banyak orang dan kejadian untuk menuntunku menemukan keindahan yang telah lama terajut dalam diriku.

Terimakash Tuhan, kini aku menyadari bahwa aku bukan jiwa biasa.

Semoga Engkau menguatkan hati dan pikiran dari kekasihMu yang kecil ini, untuk menjdai pribadi yang jelas dengan apa yang kumau, yang tegas memulai yang harus kumulai, dan yang tabah menyelesaikan yang harus kuselesaikan. Mulai hari ini, aku tidak akan berjanji bahwakn kepada diriku sendiri –kecuali aku bersungguh-sungguh untuk melaksanakannya.

Tuhanku Yang Maha Kaya,

Bahagiakanlah aku dalam kehidupan yang damai dan sejahtera yang mensyukuri diriku yang setia kepada niat dan pekerjaan yang baik.

Aamiin

my precious freund (*^^*)

Pagi Pemalang, tanah juang (^^)v

3-4 Maret 2012

Advertisements

2 responses »

    • btw, ane anak Ibu dan Bapak yaa.. 😛

      Pemalang mantap Bong.. kecepatan arus pasien : v=1pasien/15menit.. 🙂
      smangat persiapan, mudah2an semuanya lancaar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s